Uji Lab Sucofindo Menyatakan Kandungan Madu Bima 99 Memenuhi SNI

Untuk sebuah produk pangan, baik makanan maupun minuman, banyak sekali syarat penting yang harus dipenuhinya agar bisa beredar. Dan, yang paling penting adalah bebas dari zat-zat berbahaya. Jika tidak, tentu konsumen yang akan menanggung risikonya, terutama dari kerugian material dan serangan penyakit. Namun, tak banyak produsen atau distributor yang sudi mengeluarkan biaya guna melakukan uji laboratorium untuk hal tersebut. Bukan hanya lantaran biaya yang relatif tinggi, mereka kadang-kadang khawatir atau tak percaya diri bahwa produk mereka telah memenuhi persyaratan standar kualitas. 

Untuk zat-zat berbahaya, amat banyak pengujian yang harus dipenuhi, yakni (1) uji mikrobiologi, (2) uji BKO (bahan kimia obat), (3) uji narkotika, (4) uji psikotropika, (5) uji kloramfenikol, dan (6) uji alkohol. Ketika dilakukan pengujian terhadap item-item tersebut pada sampel Madu Bima 99 yang diambil secara acak, hasilnya semuanya negatif alias tak ada. Berikutnya adalah (7) uji logam berat, (8) uji ALT (angka lempeng total), dan (9) uji kapang/khamir. Hasil pengujian pun menyatakan bahwa pada Madu Bima 99 kandungan semua benda-benda berbahaya itu jauh di bawah angka ambang batas maksimal yang ditoleransi.

Untuk diketahui, sampel tersebut diperiksa oleh Dra. Maryati K., M.Si., Apt. di Laboratorium Pengujian Mutu Obat, Makanan, dan Kosmetik Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, mulai pertengahan Agustus 2014, dan hasilnya dikeluarkan secara resmi 19 September 2014, yang ditandatangani Dra. Maryati K., M.Si., Apt. sendiri serta Koordinator PPM (Pusat Pelayanan pada Masyarakat) Fakultas Farmasi UI, Prof. Dr. Harmita, Apt. 

Tak cukup hanya dengan itu, Madu Bima 99 mencari second opinion dengan mengirim sampel ke Sucofindo. Setelah dilakukan pengujian pada 8-19 September 2014, berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3545-1994 Madu Bima 99 dinyatakan layak konsumsi. Hasilnya, seperti yang ditandatangani oleh staf ahlinya di SBU Laboratorium, Muhidin, adalah sebagai berikut: aktivitas enzim diastase di bawah 1 DN, hidroksi metil furfural 371,31 mg/kg, gula reduksi 36,37%, sukrosa 25,92%, benda tak larut dalam air 0,15%, kadar air 19,64%, kadar abu 0,50, keasaman 27,26, timbal (Pb) di bawah 0,1 mg/kg, tembaga (Cu) di bawah 0,03 mg/kg, dan arsen (As) di bawah 0,002 mg/kg.

Saat ini beberapa merek madu pahit telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, terutama oleh mereka yang mengerti kesehatan dan karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99.

Pesan Madu Bima 99 segera melalui admin resmi atau toko resmi kami. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi https://oriyanutricia.com/produk-madu-bima-99/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart